BERSAMA IFA, MIMPI MENJADI NYATA

Jumat, 31 Januari 2014

Benarkah Perempuan Cantik Lebih Bahagia??



SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

Selena Gomez, Taylor Swift, Miranda Kerr, Cara Delavingne, dan lain-lain bisa dibilang merupakan selebriti wanita yang sekarang sedang naik daun. Cantik, terkenal, dan kaya raya, pastinya kehidupan mereka lebih membahagiakan dibandingkan kita yang biasa-biasa saja. Benarkah demikian?

Saat sedang jalan-jalan di mal, kemudian berpapasan dengan seorang perempuan cantik dengan tubuh tinggi dan ramping, mengenakan busana trendi keluaran brand mahal. Dalam benak kita, mungkin terlintas rasa iri melihat sosok perempuan cantik tersebut, sembari membayangkan betapa menyenangkan hidupnya!

Sebelum buang-buang waktu membuat pikiran letih akibat rasa iri berlebihan pada seseorang yang kita pikir lebih baik dari diri kita sebuah hasil riset yang dimuat dalam Jurnal of Personality and Social Phsycology mengemukakan bahwa tingkat kebahagiaan perempuan yang dinilai cantik tak lebih tinggi ketimbang perempuan lainnya.

Justru perempuan dengan paras yang dibilang biasa saja, tetapi memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan merasa diri mereka menarik, memiliki kehidupan yang lebih membahagiakan, mempunyai teman lebih banyak, dan karier yang memuaskan.

Selain itu, suasana hati mereka, juga diketahui lebih baik dan selalu bahagia. Kesimpulannya, kebahagiaan seseorang tak ditentukan oleh kecantikan wajahnya. Melainkan, dari sejauh mana ia bisa mencintai dan menghargai apa yang ia miliki. 

Sumber : prevention

Jokowi: Wartawan Asing Heran, Kok Gubernur Wajahnya kayak Gini......


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan tidak begitu mengetahui mengapa belakangan ini banyak media asing yang ikut meliput kegiatannya, baik di Balaikota maupun saat blusukan.

"Ya saya tidak tahu. Biasa saja. Tidak ada tanggapan. Mereka datang sendiri-sendiri ke sini meliput," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Jokowi menduga, kehadiran media asing yang meliput kegiatannya lantaran mereka heran ada sosok gubernur seperti dirinya yang justru diakuinya sendiri bahwa setelannya tidak cocok sebagai gubernur.

"Yah, kelihatannya wajah saya, kok gubernur wajahnya kayak gini, harusnya kan harus tegap," kata pria yang berperawakan kurus ini.

Sejak dirinya menjabat, setidaknya sudah ada lima media asing yang menyambangi Jokowi, baik di Balaikota maupun saat blusukan. Media asing yang pernah meliput Jokowi ialah New York Times, Bloomberg, Asahi Shimbun, Al Jazeera, dan terakhir TV2.

Alasan sejumlah media asing meliput Jokowi ialah karena cara kepemimpinannya yang berbeda dari pemimpin-pemimpin Jakarta sebelumnya, yang lebih sering turun menemui masyarakat ketimbang bekerja di kantor.

Sumber :kompas.com

Basuki Tolak 150.000 Dollar AS, Lebih Baik Terima Bantuan Truk Sampah


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi saat pemberian bantuan kepada korban banjir, di Waduk Pluit, Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau kepada perusahaan yang ingin membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan bantuan dalam bentuk barang yang berguna. Basuki menolak penyaluran bantuan corporate social responsibility (CSR) dalam bentuk uang.

"Tadi saya baru saja ditawari bantuan 150.000 dollar Amerika dari Taiwan, tapi kita tidak terima. Kalau mau, uangnya diberikan dalam bentuk truk sampah dan tulis sumbangan dari Taiwan," kata Basuki di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Kamis (30/1/2014).

Basuki mengatakan, saat ini Pemprov DKI Jakarta kekurangan persediaan truk sampah. Hal itu menjadi kendala serius karena sampah pascabanjir melonjak tajam. DPRD DKI Jakarta juga menolak pengajuan anggaran untuk membeli sebanyak 200 truk sampah baru. Padahal, warga sering mengeluhkan sampah-sampah yang menumpuk karena terlambat diangkut.

Keterbatasan truk sampah itu juga menyebabkan kinerja Dinas Kebersihan DKI Jakarta menjadi tidak optimal. Sebagian truk sampah yang dimiliki telah berusia lebih dari 15 hingga 20 tahun sehingga tidak lagi layak dioperasikan. "Makanya, kami harap ke depannya, bagi (perusahaan) yang mau memberikan bantuan CSR, bentuknya truk atau bus saja. Sekalian bisa berkeliling dan promosi merek juga kan," kata Basuki.

Pada akhir tahun 2013, Pemprov DKI Jakarta telah menambah 92 truk sampah baru. Truk sampah itu dibeli melalui e-purchasing Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Tahun ini, semua pengadaan barang DKI akan didaftarkan melalui e-catalog dan membeli melalui e-purchasing. Selain alat berat dan truk sampah, semua kendaraan dinas, bus sedang, bus transjakarta, alat tulis, hingga kertas akan dibeli melalui e-purchasing.

Hari ini, Pemprov DKI Jakarta telah menerima bantuan CSR senilai Rp 730 juta dari PT Bank Mandiri (Persero) untuk diserahkan kepada para korban banjir yang tersebar di wilayah Ibu Kota. Bantuan tersebut berupa 53 alat penjernih air dan 2.000 paket bahan pokok, obat-obatan, dan selimut.

Melalui bantuan tersebut, Basuki berharap perusahaan lain semakin tergerak untuk ikut membantu korban banjir dan berpartisipasi membangun Jakarta. Bantuan alat penjernih air tersebut merupakan produksi lokal dan tidak memerlukan listrik dalam prosesnya. Selain untuk tanggap darurat, alat itu juga akan digunakan oleh masyarakat di wilayah-wilayah yang masih mengalami kesulitan air bersih. Alat penjernih air itu ditempatkan di sejumlah wilayah, seperti Jakarta Pusat sebanyak dua unit, Jakarta Barat 10 unit, Jakarta Selatan 10 unit, Jakarta Utara 12 unit, dan Jakarta Timur 19 unit.

Sumber: kompas.com