BERSAMA IFA, MIMPI MENJADI NYATA

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kosmetik Kedaluwarsa Bisa Jadi Sumber Penyakit


Ilustrasi penggunaan maskara

Banyak wanita ternyata kerap menggunakan produk kosmetik yang sudah melewati batas waktu penggunaan alias kedaluwarsa. Berbagai produk kosmetik tersebut adalah lip gloss, bedak, alas bedak, dan concealer.


Laporan penelitian di Brazil belum lama ini menyebutkan, sebanyak 86 persen wanita mengakui tetap menggunakan kosmetik khususnya maskara meski sudah melewati batas masa penggunaan. Penggunaan maskara kedaluwarsa memang menempati persentase tertinggi dibanding jenis kosmetik lainnya.

Padahal menurut International Journal of Cosmetic Science, kosmetik kadaluwarsa dihuni berbagai bakteri. Bakteri ini bisa menginfeksi area penggunaan kosmetik. Penggunaan maskara kadaluwarsa misalnya dapat menginfeksi daerah mata.

Untuk riset ini, peneliti dari 2 perguruan tinggi di Brazil meneliti 40 sampel maskara wanita. Hasilnya, 79 persen sampel terkontaminasi bakteri staphylococcus.

Penyebabnya adalah lingkungan lembab dan gelap dalam botol maskara yang menjadi tempat ideal bakteri berkembang biak. Terutama setelah tiga bulan saat maskara sudah melewati masa pemakaian.

Penggunaan kosmetik kedaluwarsa dapat meningkatkan risiko penyakit mata merah (konjungtivitis) atau penyakit infeksi lainnya.

"Mata adalah daerah yang rentan terjadi infeksi," kata ahli kuman Kelly Reynolds, Ph.D. Walaupun penelitian ini menggunakan wanita Brazil, Reynold mengatakan, hasilnya akan sama bila uji make-up dilakukan di Amerika.

Reynolds menyarankan, wanita lebih memperhatikan peralatan kosmetik untuk mata. Kedekatan dan kontak kosmetik dengan mata, memungkinkan terjadinya iritasi lebih tinggi. Jika produk yang digunakan terkontaminasi bakteri, maka hal serupa terjadi di mata.

Reynolds memberikan beberapa tips untuk menjaga keamanan mata dan tetap terlihat cantik

1. Perhatikan masa pemakaian maskara

Food and Drug Association (FDA) tidak mewajibkan produsen menulis angka kadaluwarsa pada produk kosmetik. Sehingga Reynolds menyarankan wanita untuk melacaknya sendiri. Saat membuka botol maskara selalu ingat kapan membeli produk tersebut. Bila sudah lebih dari 3 bulan, segera buang, walau maskara belum kering.

2. Jangan saling berbagi

Reynolds memeperingatkan, berbagi make-up adalah cara utama kuman berpindah. Jadi simpanlah maskara di tempat tersembunyi, misalnya laci tempat tidur.

3. Belilah dalam kemasan kecil

Kemasan kecil memastikan maskara cepat habis, sebelum memasuki masa kadaluwarsa. Tentu saja membeli kemasan kecil terasa lebih mahal. "Produk tertentu memiliki zat pengawet yang tidak terlalu parah menimbulkan iritasi. Iritasi menyebabkan pengguna menggosok mata, akibatnya lebih mudah terjadi infeksi," kata Reynolds.

4. Perbaiki kebiasaan

Reynolds menyarankan untuk tidak mengaplikasikan maskara sebelum menggunakan lensa kontak. "Jika bakteri di make-up pindah ke mata, lalu ditutupi dengan lensa kontak, maka bakteri lebih cepat tumbuh," ujarnya.


Teliti Sebelum Membeli Kosmetik di Toko Online


Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menggelar sejumlah kosmetik dan obat kecantikan ilegal hasil operasi mereka dengan Dinas Kesehatan di kantor BBPOM, Jalan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Senin (22/4/2013). Sebanyak 116 jenis dan merek obat serta kosmetik ilegal ini disita BBPOM dari sebuah klinik kecantikan di wilayah Bandung. Obat dan kosemetik tak memiliki ijin edar itu merupakan produk impor dari Amerika Serikat, Korea, Jerman, Jepang, dan Spanyol.


Menjamurnya situs-situs belanja di internet membuat acara shopping menjadi lebih praktis. Tetapi berhati-hatilah jika Anda berniat membeli produk kosmetik di internet. Sebagai pembeli yang cerdas, Anda harus teliti.

Memang banyak produk kosmetik impor yang ditawarkan di internet dengan harga jauh lebih murah ketimbang membeli di gerai kosmetik. Namun sebaiknya jangan hanya mempertimbangkan faktor harga saja. Tidak sedikit produk kosmetik yang ditawarkan tersebut ilegal atau palsu.

"Jangan tertipu iklan dan harga murah tapi keamanannya tidak terjamin. Ingat, kalau wajah sudah rusak tidak bisa lagi diperbaiki," kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA BPOM, Retno Tyas Utami.

Penjualan barang di internet pada umumnya juga sulit diawasi badan berwenang karena tidak diketahui dengan jelas dimana kantor atau tempat penjualannya.

Selama kurun waktu bulan Januari – Maret 2013, BPOM menemukan ada 17 jenis kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat dan mutu. Bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik itu antara lain hidrokinon, merkuri, dan asam retinoat.

Berikut beberapa kiat sebelum membeli kosmetik di internet.

- Perhatikan label.
Dalam kemasan harus tercantum nama produsen, importir, bahan penyusun, dan khasiat. "Label ini harus dalam bahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti. Kalau dalam bahasa lain lebih baik jangan dipakai," kata Retno.

Label merupakan standar kelayakan penggunaan kosmetik. Bila kosmetik tersebut tidak bermasalah maka produsen tidak keberatan menggunakan label dengan bahasa sesuai negara pengguna.

- Nomor notifikasi.
"Setiap kosmetik yang sudah melalui pengawasan BPOM RI, memiliki nomor notifikasi. Nomor ini berarti kosmetik aman digunakan, dan tidak mengandung bahan berbahaya," kata Retno.

Nomor notifikasi kosmetik diawali huruf NA, dan diikuti 11 angka. Kode ini berlaku untuk kosmetik buatan dalam maupun luar negeri. Retno mengatakan dua tips tersebut harus diperlakukan pada semua jenis kosmetik. Termasuk bila kosmetik tersebut diproduksi seorang dokter. "Ingat seorang dokter tidak menjual bebas produk atau resepnya. Dokter hanya meresepkan spesifik untuk satu pasien," katanya.

Sumber: kompas.com


Indahnya Berbagi mengajak Anda untuk bergabung di Facebook

facebook
Indahnya Berbagi ingin menjadi teman Anda di Facebook. Sejauh apa pun Anda dengan teman dan keluarga, Facebook dapat membantu Anda terus berhubungan.
Ada orang lain yang pernah meminta berteman dengan Anda di Facebook. Terima undangan ini untuk melihat permintaan pertemanan untuk Anda sebelumnya
Indahnya Berbagi
Marketing di Biro Perjalanan Wisata · Bekasi
253 teman · 15 grup
Tasya Diah Safitri
535 teman · 52 grup
Terima Undangan
Buka Facebook
Pesan ini dikirim ke ifa.ksatria.ksatria@blogger.com. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook atau tidak ingin alamat email Anda digunakan untuk saran teman, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Department 415, PO Box 10005, Palo Alto, CA 94303