BERSAMA IFA, MIMPI MENJADI NYATA

Jumat, 13 Maret 2015

Ingat, Tak Semua Permintaan Anak Harus Dipenuhi Orangtua



Ilustrasi

Melihat si kecil meminta sesuatu pada Anda dengan mata bulatnya tanpa dosa, senyum manis yang menampakkan rona merah pada pipi tembamnya, dan suara memohon yang menyentuh hati, tentunya Anda tidak tega untuk menolak, bukan? Tanpa pikir panjang Anda pun menjawab, "Ya".

Seiring waktu, pola anak meminta orangtua memenuhi ini pun menjadi komunikasi rutin sampai usia buah hati terbilang dewasa. Perlu Anda ketahui bahwa gaya mengasuh dan mendidik seperti ini salah dan bisa membahayakan anak.

Untuk itu, para orangtua mesti berhati-hati sebelum terlambat. Sebab, anak yang selalu mendapatkan segala yang mereka inginkan bakal tumbuh menjadi pribadi yang kurang memiliki daya untuk berusaha dan tempramen.

Menurut Melisaa Deuter, M.D., orangtua zaman sekarang memiliki pemikiran bahwa kebahagiaan anak merupakan tanggungjawab orangtua. Hal yang demikian memang benar adanya, tetapi apakah saat si anak ingin nilai bagus di sekolah, harus orangtua yang menyelesaikan ujiannya?

"Mengucapkan kata 'Tidak' adalah tantangan tersendiri bagi sejumlah orangtua. Sebenarnya, orangtua yang berani menolak merupakan kunci kesuksesan anak di masa mendatang," terang Deuter.

"Banyak orangtua di sesi konseling keluarga tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan anak. Pendidikan merupakan kebutuhan anak yang patut dipenuhi orangtua, tapi mainan atau busana mahal merupakan keinginan yang tidak selalu harus dipenuhi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Deuter mengisahkan soal salah satu pasiennya yang memiliki anak berpendidikan bagus tapi susah mencari pekerjaan yang layak. Satu tahun setelah lulus kuliah, anak tersebut masih juga bekerja dengan profesi yang sama saat masa sekolah, yaitu pelayan restoran.

Akhirnya, orangtuanya memberikan bantuan finansial untuk membantu anak membayar sewa tempat tinggal dan makan. Lalu, tiba waktu di mana orangtua merasa sudah tak sanggup lagi melakukan hal tersebut. Apa yang terjadi? Anak hanya bisa mengeluh dan marah saat orangtua memintanya untuk lebih berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik.

Deuter menyarankan bahwa menolak tidak harus dilakukan dengan bilang tidak. Namun, bisa dilakukan lewat cara yang lebih lembut dan menenangkan. Salah satu cara yang dianjurkan Deuter adalah mengatakan:

"Kami terlalu mencintaimu untuk membiarkan kamu begitu saja menghindar dari masalah tanpa berupaya mencari solusi,"

"Kami terlalu mencintaimu untuk membiarkan kamu cepat menyerah, kamu harus menyelesaikan masalah ini tanpa bantuan kami tapi dengan cara kamu sendiri,".

 Sumber :Psychology Today

Senin, 19 Januari 2015

Kisah Susi Hadapi Preman hingga Jadi Menteri pada "Untold Story Susi Pudjiastuti"

KOMPAS.com Buku

"Apa ini tidak salah, Pak? Bu Susi ini cuma tamatan SMP meskipun punya operator penerbangan dan eksportir hasil laut. Padahal, calon-calon menteri yang lain ada yang bergelar S-1 dan S-2, bahkan S-3. Nanti bagaimana bekerjanya?"

Itulah sepenggal pengakuan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat Presiden Joko Widodo mengajukan nama Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam buku Untold Story Susi Pudjiastuti, Dari Laut ke Udara, Kembali ke Laut yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas.

Keraguan JK seketika sirna saat melihat gebrakan Susi yang sangat fenomenal membuahkan hasil.

Kisah lain yang tak banyak terungkap ke publik adalah, ibunda Menteri Susi ternyata teman dari Ibu Fatmawati yang juga ibunda Megawati Soekarnoputri. "Ibu saya sering melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk melakukan kerja sosial. Meski sebagai first lady, dia banyak terjun ke lapangan. Kalau ada bencana, dia turun sendiri. Nah, mungkin pada saat melakukan karya sosial, ibu saya berkenalan dengan ibunya Mbak Susi," tulis Megawati.

Megawati sendiri menilai bahwa Susi adalah sosok "pemberontak" dalam kaitannya dengan pendidikan formal. Pernah pada suatu hari Susi bertutur kepada Megawati bahwa pendidikan yang diajarkan di sekolah tidak sesuai dengan realita yang ada dalam kehidupan sebenarnya.

Selain penuturan tokoh-tokoh nasional, para karyawan dan tetangga dekat pun ikut bercerita mengenai jatuh bangun Susi dalam menjalankan bisnis dalam buku tersebut. Sebagaimana yang diceritakan Adek yang telah bekerja bersama Susi selama 29 tahun.

Saat itu Susi akan membawa ikan dari Pangandaran ke Muara Angke dan Muara Baru. Dua daerah itu dikenal sebagai daerah yang rawan. Para preman menguasai wilayah itu. Siapa pun yang akan masuk kerap kali menghadapi masalah jika tak memberikan upeti.

Namun, Susi tak gentar. Dia siap menghadapi preman-preman di dua wilayah itu. "Dia mencari kepala preman di sana. Dia dekati dan ajak bicara. Hasilnya, dagangan Susi tidak diganggu sama sekali," kenang Adek.

Dalam hubungannya dengan bisnis penerbangan, Susi Air selama ini dikenal lebih banyak mempekerjakan pilot asing ketimbang pilot lokal. Apa pertimbangan Susi Pudjiastuti lebih memilih pilot asing?

Capt Agung AB Herwibowo yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional Susi Air mengungkapkan bahwa para pilot Indonesia memiliki mental orang kaya. Mereka lebih bergengsi jika menerbangkan pesawat Boeing atau Airbus daripada pesawat-pesawat kecil yang dimiliki Susi Air.

Kepada para pilot dan kopilotnya, Susi meminta agar mereka mengerjakan semuanya. Tak hanya mampu sebagai mekanik, tetapi juga harus membantu mengangkat barang. "Bergabung dengan Susi Air di bawah komando Ibu Susi memberi banyak petualangan yang mengasyikkan dalam hidup saya," ujar Capt Agung.

Beragam sisi dari Susi Pudjiastuti diungkapkan oleh orang-orang dekatnya, baik di daerah, kalangan pejabat, maupun pelaku usaha, pada buku Untold Story Susi Pudjiastuti, Dari Laut ke Udara, Kembali ke Laut.

Buku ini diberi pengantar oleh Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo dengan editor Mulyawan Karim dan A Bobby PR. Para pembaca yang ingin mendapatkan buku ini bisa memesan melalui Grazera, silakan diklik di sini.

Sumber: kompas.com

Rabu, 26 November 2014

Cara mengatasi payudara bengkak pada ibu menyusui



Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui memang sering terjadi beberapa hari pertama setelah melahirkan. Resiko ini akan meningkat terutama bagi ibu yang tidak bisa memberikan ASI kepada bayi karena beberapa sebab. Payudara Bengkak ditandai dengan payudara yang terasa penuh, nyeri, keras, membesar, dan disertai rasa tidak nyaman atau bahkan sakit pada payudara. Kondisi ini tidak hanya terjadi di hari-hari pertama setelah melahirkan, namun juga bisa terjadi setelah ibu sedang tidak menyusui.

Apabila tidak segera diatasi Payudara Bengkak bisa menjadi masalah dan ibu akan merasa kesakitan di seluruh tubuhnya. Adapun beberapa cara mengatasi payudara bengkak pada ibu menyusui adalah sebagai berikut:

Berikan ASI kepada bayi secara rutin, karena payudara yang mengeras bisa menjadi indikasi bahwa ASI yang sudah penuh. Sehingga apabila payudara ibu menyusui terasa sakit dan mengeras, segera berikan ASI untuk memancing ASI keluar.

Memerah ASI, apabila bayi tidak mau menyusu atau bayi membutuhkan perawatan sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui. Biasanya bayi juga akan kesulitan untuk melekatkan mulut ke puting karena payudara yang terlalu keras atau bengkak. Untuk mengatasi kondisi ini, cobalah untuk memerah ASI sebanyak 10 atau 20ml untuk memancing air susu keluar. Agar lebih mudah, anda bisa menggunakan alat pompa ASI. Hindari memerah ASI secara berlebihan, karena dapat meningkatkan pasokan ASI sehingga memicu terjadinya pembengkakkan pada payudara ibu menyusui.

Mengompres payudara dengan es yang telah dibungkus handuk dapat mengurangi rasa sakit akibat payudara bengkak. Dengan mengusapkan es di sekitar payudara hingga ketiak selama delapan sampai 10 menit, dapat membantu puting meneteskan air susu. Selain es, ibu menyusui juga bisa mengompres dengan menggunakan handuk hangat.

Lakukan pemijatan Lembut, untuk meningkatkan sirkulasi darah ASI dan mengurangi rasa tidak nyaman pada payudara ibu menyusui.Pembengkakkan payudara pada ibu menyusui dapat berkembang menjadi mastitis (keadaan di mana jaringan dalam payudara terinfeksi bakteri). Sehingga apabila ibu menyusui mengalami demam, menggigil, dan rasa tidak nyaman pada payudara tidak juga dapat diatasi, segeralah lakukan periksakan ke dokter.

Pembengkakan pada payudara ibu menyusui memang bisa terjadi dalam beberapa waktu terutama beberapa hari setelah melahirkan. Cara paling mudah untuk mencegah pembengkakan payudara adalah dengan tetap menyusui bayi secara teratur, atau apabila tidak dapat menyusui, tetap keluarkan ASI dengan alat pompa ASI.

Ringkasan:

Payudara Bengkak sering terjadi beberapa hari pertama setelah melahirkan,Payudara Bengkak ditandai dengan payudara yang terasa penuh, nyeri, keras, bengkak, dan rasa tidak nyaman,Mengatasi Payudara Bengkak bisa diatasi dengan Rutin Memberikan ASI atau Memerah ASI, Mengompres payudara dengan es atau handuk hangat dan melakukan pemijatan lembut pada payudara.

Sumber: http://dranak.blogspot.com