BERSAMA IFA, MIMPI MENJADI NYATA

Selasa, 30 Juli 2013

Cara Melepas Permen Karet Yang Menempel di Rambut

 

Arrghh.. menyebalkan sekali saat ada permen karet yang tidak sengaja tertempel di rambut. Menempel di baju saja susah dibersihkan, apalagi di rambut. Duh.. harus bagaimana? Ditarik membuat rambut rontok, jika rambut digunting juga tidak mungkin, masa harus memotong rambut gara-gara permen karet.

Tenang, ladies! Jangan sampai tragedi ini membuat Anda menangis apalagi sampai memotong rambut. Untuk menghilangkan permen karet yang menempel dengan erat, yang Anda butuhkan adalah salah satu dari bahan-bahan di bawah ini:

  • Selai kacang
  • Minyak goreng

Pakai salah satu yang Anda temukan di dapur. Dengan bantuan sikat gigi bekas, usapkan pada selai kacang atau minyak goreng, lalu sikat di bagian rambut yang tertempel permen karet. Sikat perlahan hingga permen karet terlepas dari rambut. Lakukan perlahan dan jangan kasar agar rambut tidak tertarik dan rontok.

Seandainya masih ada sisa-sisa permen karet di rambut, Ambil es batu, tahan di sekitar rambut kemudian ambil serpihan permen karet yang tersisa. Jika permen karet sudah lepas, Anda bisa mencuci rambut seperti biasa. Jangan lupa gunakan kondisioner, terutama pada rambut yang tadi tertempel permen karet bekas.

Sekarang rambut sudah bersih bebas dari permen karet.

Sumber: vemale.com

Fakta Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

 

Kadang pusing juga menghadapi rambut yang rontok setiap hari. Sebenarnya rambut rontok adalah hal yang normal. Kumpulkan rambut yang rontok dan hitung berapa jumlahnya. Jika jumlahnya 60 - 100 helai perhari, hal itu wajar (tergantung ketebalan rambut). Jika lebih dari itu, Anda harus waspada.

Penyebab Rambut Rontok

Menurut Dr. Robert Jones dari Hair Transplant Centre, seorang wanita yang mengalami kerontokan sebanyak 80 hingga 90 persen disebabkan karena genetika atau keturunan, dilansir Readers Digest. Tetapi ada juga penyebab kerontokan lain, misalnya:

  • Masalah pada kelenjar tiroid
  • Perubahan hormon, misal kehamilan
  • Efek samping obat
  • Stres
  • Pertambahan usia
  • Kurangnya konsumsi zat besi
  • Tidak cocok produk perawatan rambut

Menurut Dr Robert, biasanya wanita sudah kehilangan 25 persen rambutnya sebelum menyadari mengalami masalah kebotakan. Karena itu, sebelum rambut Anda botak, perhatikan kerontokan yang terjadi pada rambut Anda.

Mengatasi Rambut Rontok

Karena ada banyak penyebab rambut rontok, Anda harus tahu terlebih dahulu apa penyebabnya. Tidak semua masalah kerontokan rambut bisa selesai hanya dengan memakai tonik. Nick Dimakos, pendiri Sure Thik Internasional menyarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mencoba berbagai kosmetik rambut yang dikabarkan bisa mengatasi masalah rambut rontok.

Sebagai upaya dari dalam, Anda bisa mencoba mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 atau suplemen yang mengandung zat besi (biasanya untuk mengobati anemia). Hindari mengikat atau menggulung rambut terlalu ketat. Saat rambut Anda sedang rontok, hindari ekstensi rambut agar akar yang lemah tidak semakin memperparah kerontokan rambut.

Anda punya jurus jitu mengatasi rambut rontok? Silakan bagi di kolom komentar!

Sumber: vemale.com

Minggu, 28 Juli 2013

Ternyata Kebiasaan Membawa Tas di Siku Tangan Sangat Beresiko ...



Para wanita kini punya kebiasaan baru dalam menenteng tas. Bukan digantung di pundak, melainkan di bagian dalam siku dengan merek menghadap luar. Meski tampak gaya, kebiasaan tersebut bisa membuat tendon meradang.

Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Peradangan pada tendon dan persendian dalam dunia kedokteran disebut dengan istilah tendinitis. Gangguan ini biasanya terjadi di sekitar siku, bahu, pergelangan tangan, dan tumit.

"Tendinitis terjadi karena gerakan yang dilakukan berulang-ulang, olahraga berlebihan, atau membawa beban dalam jumlah berat dalam waktu lama sehingga terjadi tarikan pada tendon," kata Laura Djuriantina, Sp KFR, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Rumah Sakit Pondok Indah, di Jakarta, Selasa (23/7/2013).

Selain itu, pekerja yang mengutamakan kegiatan fisik dengan pengulangan gerakan, posisi tak biasa, banyak getaran, dan pengerahan tenaga berlebihan, juga harus mewaspadai gangguan ini.

Pada awalnya, tendinitis mungkin hanya menyebabkan nyeri ringan saat digerakkan, tetapi lama-kelamaan nyerinya semakin sering muncul, ada pembengkakan, merah, dan rasa panas. "Semuanya merupakan tanda-tanda inflamasi atau peradangan," kata Laura.

Jika tidak ditangani, tendinitis dapat menjadi kronik dan menyebabkan keterbatasan anggota gerak. Misalnya, saat bahu baru diangkat sedikit, langsung terasa nyeri, padahal seharusnya bahu bisa bebas bergerak ke arah mana pun.

Dien Hermiyati (61) adalah salah satu pasien tendinitis. Beberapa bulan terakhir, ia menderita rasa nyeri di bagian siku dalamnya dan tangannya menjadi sulit digerakkan.

"Sudah bertahun-tahun saya punya kebiasaan menenteng tas di siku kiri, padahal isi tas saya termasuk berat," katanya.

Contoh kasus tendinitis lainnya adalah cedera yang dialami oleh pemain sepak bola asal Brasil, Kaka, yang terkena tendinitis hingga harus absen bermain.

Pengobatan

Meski terkesan tidak berbahaya, tendinitis yang tidak dirawat dengan tepat bisa berujung pada kerusakan tendon, kondisi serius yang butuh penanganan lebih lanjut berupa pembedahan.

Menurut Laura, pengobatan awal tendinitis adalah mengistirahatkan bagian tubuh yang meradang, gunakan kompres es untuk mengurangi bengkak, pemberian obat-obatan antinyeri, atau terapi fisik.

Tetapi, pada tahap kronik, selain pembedahan, kini tersedia metode menggunakan terapi gelombang kejut bertekanan tinggi (RSWT).

"Metode RSWT akan merangsang jaringan-jaringan saraf untuk mengaktifkan mekanisme penghalang nyeri," kata Laura.

Kelebihan metode ini dibanding pembedahan adalah pengobatan relatif cepat dan efektif serta efek sampingnya rendah karena meminimalkan penggunaan obat.

RSWT juga dapat dipakai untuk mengatasi masalah nyeri pada bagian otot rangka, berbagai nyeri pada kaki, sampai luka dan penyembuhan patah tulang yang terlambat.

Peradangan pada tendon dan otot sebenarnya bisa dicegah dengan tidak membebani tubuh melebihi kapasitasnya. "Otot dan tendon punya regangan maksimal. Daripada membawa satu tas tapi terlalu berat, lebih baik bawa dua tas sehingga bebannya terbagi," paparnya.

Untuk mereka yang rutin berolahraga, sangat penting untuk melakukan pemanasan atau peregangan.

Sumber: kompas.com